Dari sebuah site, juga dalam sebuah forum keagamaan diperlihatkan foto Baitullah yang berwarna putih, berbeda dengan objek-objek di sekitarnya. Terungkaplah kekaguman dan kesan “keajaiban” atas penampakan warna putih (berdimensi pemahaman bersih, suci) terhadap bangunan rumah tua (Kabah) yang saat ini tentu saja sudah tampak begitu cemerlang dan moderen.
Timbul pertanyaan dari benak kita, apalagi kebetulan site itu menunjukkan juga dengan “beberapa hoax” keajaiban lainnya seperti pohon rukuk, tulisan Allah pada tomat, tulisan tauhid pada labu, dan beberapa lainnya. Dengan begitu, tak terasa muncul pandangan bahwa warna putih dari citra satelit pada kabah itu merupakan pantulan dari “mujizat” yang ditunjukkan Allah kepada manusia. Kalau kita berkunjung ke sini , tampak bahwa di lingkungan Agama Kristen pun, beragam hoax sejenis bertebaran.
Tentu saja, tidak ada alasan untuk tidak mengagumi (baca : mengagungkan) ciptaanNya yang sempurna, seimbang. Lihat sekali lagi, amati sekali lagi… tidak ada sesuatu “tercela” dalam ciptaanNya, dalam prosesnya. Tak hentinya seluruh isi alam semesta ini bertasbih kepada penciptaNya. Kecuali tentunya sebagian manusia dan jin yang ingkar kepadaNya, kepada karuniaNya. Subhanallah, astagfirullah.
Citra Baitullah yang ber
dampingan dengan “hoax” tulisan Allah dalam semangka atau tulisan pada labu menimbulkan kesan “mukjizat”. Warna putih dari citra satelit itu menjadi (seolah-olah), diakibatkan oleh “kesucian” Ka’bah?
Benarkah demikian? Saya tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi. Yang jelas saya tahu, objek Kabah memang cukup besar dibanding objek-objek lain di sekitarnya. Ka’bah juga tahun 1941 pernah terendam banjir untuk kedua kalinya. Namun, saya tahu persis bahwa kain kiswah penutup dinding Kabah berwarna hitam dan itu tampak pada citra satelit Digital Globe tersebut yang kelihatan bahwa posisi pemotretan tidak tepat di atasnya (kalau tepat, maka warna hitam Kiswah tidak akan tampak), juga lantai-lantai kabah dari marmer dan ubin berwarna terang sampai putih, hampir di seluruh bagian luar Kabah, termasuk juga bagian atas Kabah (lantai 3), tempat orang melaksanakan thawaf dan sa’i di lantai atas. Jadi sangat wajar bahwa dengan citra digital dari cahaya tampak, maka warna putih akan muncul dari objek dengan warna yang sama. Sedangkan di sekitarnya, juga tampak bahwa objek-objek putih berwarna putih pula.
Jadi, menurut hemat penulis. Baitullah menonjol berwarna putih adalah akibat dari tekstur bangunan dan warnanya memang putih. Bahwa secara spiritual tempat itu agung dan istimewa, khususnya bagi ummat beragama Islam. Tentu saja tidak ada penyangkalannya. Berkunjung ke Ka’bah adalah cita-cita, harapan ummat Islam yang tak pernah padam, Pengalaman haji adalah perjalanan spiritual yang indah dan juga membahagiakan.
QS 48. Al Fath 23. Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar